Kamis, 13 Maret 2014
0
komentar
GUGUR
Daun-daun itupun mulai menguning
Dan satu per satu mulai berguguran
Tinggal menghitung
Beberapa daun lagi yang akan gugur
Kemudian pohon itu layu
Tumbang dan mati
by MuhammadFillahMurobi
BERSAMA ALAM
Setiap nafasku ada rasa rindu
Setiap detak jantung terasa getaran sayang
Setiap denyut nadi beriramakan cinta
Sepi dan sendiri bersama aliran darah
Daun-daun bernyanyi bersamaku
Bebatuan bernyanyi bersamaku
Gemercik air bernyanyi bersamaku
jagad raya bernyayi untukmu
yang kurindukan hanya kamu
yang kudambakan hanya kamu
yang kutakutkan hanya satu
terpisah dari genggamanmu
by MuhammadFillahMurobi
PENCARIAN PANJANG
pencarian sepanjang hidup
penantian sebuah jawaban
menyusuri tepian musim
meninggalkan semua kepedihan
pencarian yang sangat menakjubkan
menembus seluruh lapisan jagad
mengharapkan belas kasihan
menanti sebuah panggilan
apakah di balik gunung
ataukah di atas langit
harus kulangkahkan kaki ini
untuk memecahkan sebuah misteri
apakah aku harus berlari
ataukah aku hanya diam
ku bersandar pada rembulan
bersama gelapnya malam
by MuhammadFillahMurobi
PERJALANAN MALAM
by MuhammadFillahMurobi
Hanya ada jalan setapak
Terbentang panjang di depan
Hanya ada setitik sinar
Menuntun langkah kaki
Sebuah mata air di depan
Bak cermin begitu bening
Mengalir memecah hening
Tak mampu menahan tangis
Ketika tanganmu datang
Menuju rembulan emas
Enggan untuk berpisah
Enggan untuk kembali
Tinggallah rasa cinta sejati
MENYAPA MALAM
by MuhammadFillahMurobi
Menunggumu di tengah pekat malam
Lirih tersebut namamu
Nyanyian syair kehidupan
Kapankah kiranya engkau datang
Aku pun tak kan pernah tau
Lewat manakah engkau akan datang
Mungkin lewat hembusan angin
Ataupun lewat cahaya surya dan rembulan
Semakin aku mengejar
semakin hampa rasa di hati
semakin aku merasa dekat
maka sungguh engkau teramat jauh
tersenyumlah untukku
tersenyumlah demi cintaku
JAUH
by MuhammadFillahMurobi
ada suara lembut memecah keheningan
seperti mengajak untuk terbang ke sana
meninggalkan kepekatan yang menyelimuti
ada untaian nada-nada nan indah
membangunkan dari sihir dunia fana
meninggalkan kepekatan yang menyelimuti
ada seberkas cahaya menerobos celah hati
seperti ingin menuntun setiap langkah kaki
meninggalkan kepekatan yang menyelimuti
KAPAN
by MuhammadFillahMurobi seringkali aku merasa bosan menunggu datangnya sang rembulan setiap malam aku bernyanyi berharap ia ada di sini kucoba tepiskan semua rindu namun ia semakin membelenggu melumpuhkan semua nafsuku aku ingin segera bertemu untuk aku tumpahkan hasratku aku ingin duduk di sampingmu menyanyikan sebuah syair bersamamu kukejar sang mentari mungkin ia ada di sana namun semakin aku berlari panasnya semakin menyengatku SI PUTIH by MuhammadFillahMurobi pernah aku berfikir untuk sembunyi menghindari gejolak di dalam hati namun semakin aku berlari ia pun terus mengikuti bayangannya semakin menjeratku menawarkan segala pujian menawarkan segala kemunafikan Tuhan bimbinglah hati ini dan jagalah jiwa ini Agar ia melepaskanku untuk dapat mencintainya pernah aku singgahi di dalam rongga jiwa aku semakin terpanah olehnya semakin tenggelam dalam rayuannya entah apa yang harus aku lakukan untuk dapat lepas dari pesonanya Tuhan bimbinglah hati ini dan jagalah jiwa ini Agar ia melepaskanku untuk dapat mencintainya PUJANGGA KESEPIAN by MuhammadFillahMurobi Dia sang pujangga menuliskan sajak puisi puisi tentang kerinduan rindu akan datangnya sang penyejuk jiwa Dia bertanya pada burung pada gelap malam adakah Ia pernah singgah untuk menyapa engkau mereka tak menjawab hanya tersenyum kecil dalam dan penuh makna Dia sang pujangga memejamkan kedua matanya berlinangkan air mata membasahi baju lusuhnya Dia jauh dari dunia fana tapi ia lebih dekat dengan cinta SERULING DAN PADANG RUMPUT
by MuhammadFillahMurobi
Padang rumput nan hijau di bawah naungan langit biru Terhampar luas tak terbatas sejuk aroma embun pagi tersenyum dan bercanda bersama lembut belaian angin kulihat seorang tampan dan gagah menatap tajam ke arah matahari Dari matanya terpancar makna dari wajahnya terpancar cahaya Ia melantunkan sebuah syair diiringi merdu suara seruling Memecah belenggu fatamorgana Aku seperti hanyut terbawa lebur bersama aliran darahku Dia menggandeng tanganku Mengajakku menyusuri aliran sungai Kemudian duduk di tepian Menunggu terbitnya sang surya akan aku tunggu dan selalu kutunggu SUNGGUH by MuhammadFillahMurobi Terlalu banyak lentera yang aku pecahkan tentu saja kini aku harus merangkak dan meraba dalam gelap terlalu sering aku membuang kotoran di mata airmu jelas kini aku harus merasakan haus yang teramat sangat terlalu sering aku melupakan betapa indahnya engkau sungguh, kini aku merasa sangat jauh darimu NADA DAN NYANYIAN by MuhammadFillahMurobi
Deretan nada telah terbang bersama angin Membelai lembut bagai tangan tak bertulang Menjemput ia yang tengah lelap di bawah langit malam Lelah akan peperangan yang tak pernah usai Sebuah nyanyian telah usai ia mainkan Tertunduk ia sejenak tercengang akan sebuah mimpi terlalu sukar untuk diterima dan diterjemahkan Deretan nada dan nyanyian tentang keabadian Laju Usia by MuhammadFillahMurobi
Lihatlah Dulu ia hanya sebuah puupus Kini, ia menampakkan mahkota kembangnya Mekar dan tersenyum untuk para kumbang Lihatlah Dulu ia tak mampu memandang jagat Kini, ia akan menuliskan sebuah cerita yang akan ia bacakan di hadapan Maha Raja Lihatlah Hari ini ia akan menginjakkan langkah sucinya Meninggalkan sebuah kenangan pekat menyusuri alur mata air di sisa cerita hidupnya Tetaplah mekar dengan warna cantikmu Kuatkan jarimu untuk menuliskan kisah-kisahmu Bumi, topang langkahnya menuju kesucian di sisa usianya CAWAN by MuhammadFillahMurobi Pelan namun pasti dan entah mengapa cahaya itu seakan mulai redup bahkan tak terasa lagi kemilaunya Jauh bahkan semakin tak terjangkau kasihmu yang pernah kau tawarkan hilang karena aku belum sirna Kini wadah tetes embun itu berdebu bahkan mulai terlihat garis retak Bagaimana aku bisa menampung cintamu dengan cawan kotor dan berlubang? Bagaimana aku bisa merasakan dekapanmu jikalau aku telah mati oleh bagian hitamku? Hangatkan lagi cahayamu kasih Terangi hitamku hingga sirna aku.KEKASIH PAGI
by MuhammadFillahMurobi
Kusandingkan bayanganku akan wajahmu bersama sang surya yang mulai merangkak meninggalkan kaki langit
Agar sang surya dapat menyampaikan kepada jagad raya
betapa teduh dan indah rona wajahmu
Oohhh kekasih yang bersanding dengan matahari yang perkasa..
Layaknya sinar mentari yang menyirami jagad raya
sirami juga wajah usang bumiku
bumi usang yang selalu kubawa dan kubanggakan..
0 komentar:
Posting Komentar