Global Warming
Minggu, 09 Maret 2014
0
komentar
Untuk itu bila ada hal hal yang mengganggu lingkungan hidup kita kita harus waspada. Kerusakan lingkungan hidup tidak hanya di sebabkan oleh hal hal besar saja. Tapi juga oleh hal hal kecil sederhana juga. Bila masalah lingkungan yang kecil saja bisa mengganggu kehidupan kita, lalu bagaimana dengan masalah lingkungan hidup yang mempunyai sekala global? Yang saya maksud dengan masalah lingkungan berskala global di sini adalah masalah dengan pemanasan global atau global warming. Ya, Masalah global warming atau pemanasan global adalah masalah lingkungan terbesar yang memerlukan penanganan secara global pula.
Masalah global warming menjadi masalah kita bersama para penduduk bumi. Para ahli dari berbagai penjuru dunia menyetujui bahwa global warming adalah masalah serius yang mengancam kehidupan manusia di muka bumi. Global warming sendiri bukan isapan jempol semata dan proses ini bukan akan berlangsung tapi sudah berlangsung detik ini.
Global warming atau pemanasan global adalah meningkatnya suhu di bumi yang di sebabkan oleh berbagai hal. Dampak rumah kaca juga bertanggung jawab terhadap masalah global warming atau pemanasan global ini. Bahan bakar fosil yang kita pergunakan telah meracuni bumi kita. Sisa pembakaran gas fosil seperti bensin telah menghasilkan zat karbon dioksida yang merusak lingkungan. Dengan meningkatnya jumlah karbon dioksida di udara maka tumbuhan hijau yang bertugas menetralisir karbon dioksida tidak lagi mampu bekerja. Jumlah hutan yang ada di seluruh dunia semakin hari semakin menyusut karena di gunakan untuk alasan ekonomi. Gaya hidup manusia mengakibatkan penggunaan bahan fosil terus meningkat.
Penggunaan bahan bakar fosil sebenarnya memberikan dampak negatif berganda terhadap lingkungan. Seperti sudah saya sebutkan di atas bahwa hasil pembakaran dari bahan bakar fosil adalah berupa karbon dioksida yang sebenarnya adalah berupa racun yang dapat merusak lingkungan. Karbon dioksida ini merusak ozon yang tugas utama dari ozon adalah melindungi kita dari sinar ultra violet dan radiasi sinar matahari berbahaya lainya. Selain dari masalah tersebut, bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dam ;lain sebagainya biasanya berada di dalam bumi. Untuk mengambil bahan bakas fosil tersebut memerlukan proses explorasi. bahan bakar fosil tersebut seringkali terletak di hutan hutan di mana untuk melakukan penggalian harus membuka dan merusak hutan. Semakin banyak bahan bakar fosil yang kita ambil semakin banyak hutan yang di tebang dan semakin luas kerusakan ekosistem di sekitar area tambang tersebut. Ini adalah lingkaran setan yang semua sisinya memberikan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan kita.
Sebagai akibat dari semua ini, lapisan ozon yang melindungi bumi dari sinar ultra violet menjadi tipis. Banyak ahli melaporkan bahwa lapisan ozon sudah berlubang. Hal ini sangat mengkhwatirkan karena ultra violt dapat menimbulkan banyak penyakit bagi tubuh manusia. Akibat yang lain adalah meningkatnya suhu bumi. Saat ini pana bumi terus meningkat. Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya permukaan air laun dan terus mencair nya es di kutup utara. Bila ini tidak di Hentikan banyak daratan di bumi yang tertutup oleh air laut. Sangat mengerikan. Bisa kita bayangkan kalau seluruh permukaan bumi tertutup dengan air laut lalu bagaimana kita akan hidup. Hal ini sangat sekali mungkin terjadi karena bila kita lihat peta dunia jumlah lautan dan jumlah daratan ternyata lebih besar jumlah lautan. Dengan bertambahnya volume air karena mencarinya es di kutup maka dengan mudahnya daratan akan terendah air laut.
Demikianlah Artikel lingkungan hidup tentang global warming pemanasan global secara singkat. Semoga dengan artikel kita di atas kita jadi lebih faham betapa pentingnya kita untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. Ada baiknya ada berjalan kaki bila anda harus pergi ke tempat yang tidak begitu jauh. Silahkan anda ikuti juga artikle kami yang menarik seperti cara membuat artikel dan juga tentang sakit kepala di halaman lain di blog kita ini
0 komentar:
Posting Komentar